Kiat Pelaku Jual Beli Tetap Bertahan Dan Jaga Saat Pandemi Covid

kiat bertahan dalam dunia bisnis

Bukan hanya mengancam nyawa, wabah virus corona juga telah memukul banyak kontinuitas usaha. Lalu, bagaimana jalan untuk mempertahankan bisnis dalam tengah krisis corona.

Mengagak-agakkan bisnis saat pandemi Covid-19 sepertinya menjadi prioritas getah perca pelaku usaha saat tersebut. Penjualan daring jadi sandaran ketika masyarakat berdiam muncul di rumah dan merebut segala kebutuhan melalui internet digital. Maksimalkan semua layanan daring dan jangan lupa buat aplikasi atau platform nun mudah diakses oleh konsumen. Sebagai alternatif, bergabunglah ke berbagai e-commerce untuk memperluas lapak dagangan di jagat maya. Seorang ibu menyusuk makanan khas Palembang Malbi yang nantinya akan dikemas rapi di rumah usahanya, di Palembang, Sumsel, Selasa (19/3/2020).

Tak bisa dipungkiri, internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di masa pandemi. Banyak kegiatan yang dialihkan secara daring, mulai dari work from home, belajar online, hingga transisi dari dagang konvensional ke bisnis on line. Banyak pelaku bisnis yang terkena dampak merebaknya virus corona ini. Tidak cuma omzet yang menurun, kurang lebih perusahaan bahkan terpaksa berbuat Pemutusan Hubungan Kerja terhadap beberapa karyawannya.

Harmony sangat mudah dan realistis digunakan walaupun Anda tidak memiliki background akuntansi. Maksudnya adalah Anda dan pula bisnis Anda harus menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini.

Ide kreatif harus bergulir agar bisnis dapat bertahan di tengah pandemi corona. Harmony adalah rekayasa akuntansi online yang sudah membantu ribuan pemilik bisnis untuk mendapatkan hasil tertinggi dalam pembukuan keuangan mereka. Saksikan FinTax Fair ialah acara yang diadakan Harmony untuk mengedukasi masyarakat akan halnya keuangan dan pajak.

Beberapa bisnis bahkan harus gulung tikar karena tidak lagi dapat mencukupi ongkos produksi. Dalam situasi sulit seperti ini siapapun kini dituntut guna memiliki daya kreatif nun tinggi agar tetap menetap. Menjalankan bisnis online kadang bisa menjadi solusi buat mendapatkan penghasilan tambahan, terutama bagi mereka yang terkena dampak pandemi.

Namun, kalau hanya memanfaatkan media sosial tanpa strategi atau jadwal yang matang, maka mampu dipastikan bisnismu hanya bakal jalan di tempat. Belum lagi tidak semua pengguna akan melihat sosial syarat, website, maupun marketplace produk yang kamu pasarkan. Akibatnya, tidak sedikit dari karet pekerja yang harus sampai PHK dan dirumahkan. Terutama, banyak pelaku usaha mikro/kecil terpaksa harus menutup usahanya setelah dilanda pandemi.

Hal ini menimbulkan kondisi perekonomian kian terpuruk apabila tak ada solusi untuk itu agar bisa bertahan dalam masa pandemi. Wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang melanda dunia sejak awal tahun telah mengguncang sukma masyarakat sehari-hari.

Hingga 30 Maret, tercatat sebanyak 724. 565 kasus COVID-19 beserta korban meninggal dunia merebut 34. 107 orang dalam 199 negara di dunia. Di Indonesia, COVID-19 sudah menginfeksi sedikitnya 1. 414 orang di mana sama banyaknya 122 orang meninggal jagat akibat penyakit menular ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *