7 Cara Menjaga Bisnis Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi Virus Corona

kiat bertahan dalam dunia bisnis

Internet mengharuskan Anda untuk tetap terkait dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik dari itu untuk mengakomodasi bisnis Kamu. Sebagai pemilik usaha kecil, penting untuk dapat beradaptasi dengan perubahan apa pula biar di lingkungan kerja sehingga Anda dapat terus berjalan di tengah kesulitan.

Ada banyak perusahaan harus melegarkan otak dan menemukan cara berbisnis baru dengan arus kas terbatas, atau menendang bisnis sepenuhnya. Di sosok lain, pastikan Anda mengetahui apa saja feedback yang diberikan pelanggan terkait dagang Anda saat ini. Ada cara lain yang mampu Anda lakukan untuk tetap membuat pelanggan percaya di bisnis Anda, yakni tetaplan transparan. Sebagai contoh, pada Q4 tahun 2019, Anda mengeluarkan budget sebesar Rp50 juta untuk mempromosikan usaha fashion Anda, yang mana berdampak pada peningkatan penjualan sebesar 30%.

Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ternyata penjualannya lebih sedikit, walaupun budget yang dikeluarkan tentu. Namun, ada hal penting yang perlu diingat sambil para pemilik bisnis ketika menggunakan mobile payment, yaitu pilihlah alat atau aplikasi yang mampu menerima semua jenis pembayaran.

Senyampang, perusahaan kosmetik yang mengubah pabriknya untuk membuat hand sanitizer. Jenama juga mampu memberikan tanggung jawab agar konsumen tidak was-was.

Dampak-dampak tersebut tampak dibanding kebiasaan sehari-hari, di lokasi kerja, dan penggunaan teknologi yang meningkat. Secara tak langsung, hal ini juga turut membentuk kebiasaan segar bagi setiap orang. Tidak hanya kaum pekerja dengan terbiasa dengan work from home, tapi juga kira masyarakat umum dengan contoh konsumsi mereka. Wisnu Nugrahadi selaku CEO dari Sampingan juga menjelaskan bahwa Sampingan juga sudah memberlakukan work from home bagi semata karyawan.

Selain itu, mereka juga menerapkan protokol transparansi bagi setiap orang, tergolong Kawan Sampingan, sebutan guna mitra Sampingan. Sangat berarti untuk membuat bisnis Kamu didengar, menjadi proaktif pada komunikasi akan mengundang kian banyak peluang dan pendukung, yang akan menjadi stimulasi bagi bisnis selama pandemi ini berlangsung. Selain tersebut, bisnis dapat melihat memungut keuntungan dari informasi muncung ke mulut, artinya tambah banyak orang yang Anda mengerti, semakin baik.

Pemilik restoran atau kafe dapat menyematkan bukti cek temperatur tubuh koki atau barista di pesanan pembeli untuk jaminan kesehatan. Prioritas untuk membeli pakaian dapat terbenam karena orang kini menghabiskan waktu di rumah.

“Bisa juga kasih kupon atau gift card, bisa untuk belanja nanti-nanti pas zakar, ” katanya. Promosi di bisnis mode bisa diterapkan untuk barang-barang terlaris. Karena, konsumen saat ini condong untuk membeli barang-barang yang paling penting.

“Kalau benar-benar belum ada vaksin, mau enggak mau industri main online dan diseriusin. Ketika Lebaran penjualan naik 200% dengan online. Kalau outlet enggak jalan karena Covid-19, ” tuturnya. “Bisnis offline sudah enggak bisa olehkarena itu Covid-19. Orang juga enggak keluar. Tapi ya orang2 mau baju baru, terpaksa belanja online, ” tanda Owner Dobujack Delly Fitriansyah Darusman, Senin (20/7/2020). Orang2 juga lebih memilih untuk menggunakan pembayaran digital guna urusan pembayaran. Selain kian praktis, pembayaran digital saja menghindarkan mereka dari resiko penularan virus lewat duit tunai. Perubahan yang berlangsung memberikan efek yang gede terhadap konsumen dan produser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *