5 Cara Mempertahankan Usaha Di Tengah Hantaman Pagebluk Covid

tips bisnis tetap bertahan

Penyebaran virus corona yang begitu cepat membuat banyak orang menjadi lebih waspada untuk bersentuhan dengan apapun. Dikarenakan hal itulah, contactless lifestyle digadang-gadang menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat. Setelah mengikuti perkembangan pasar, Anda menjadi tahu hal-hal yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Anda kudu bisa beradaptasi dengan pemakai agar mengetahui apa yang diinginkannya.

Selain itu, sampaikan juga aktivitas program ‘Marketing In Crisis’ melalui sarana digital seperti website, toleran media, media digital, operasi chatting, poster dan spanduk di masing-masing gerai beserta konten yang menarik. Sampaikan program marketing yang simpatik akan bencana wabah Covid-19. Misalnya dengan mengeluarkan program khusus delivery yang memudahkan pelanggan yang bekerja, maktab dan beribadah di wisma dapat terlayani dengan cantik. Lalu, jangan lupa lengkapi lokasi toko dan pilih titik toko sesuai tempat.

Selain itu, Kamu pun harus siap order kritik dan saran nun diberikan oleh konsumen / masyarakat di sekitar biar bisnis Anda mampu tumbuh. Mengingat harga-harga kebutuhan pokok sering mengalami naik diturunkan, maka akan mempengaruhi kondisi ekonomi seseorang. Begitu pula dalam berbisnis, Anda mesti mampu menyesuaikan bisnis Kamu dengan perekonomian saat itu. Berikan manfaat dan pemecahan untuk konsumen, seperti memberi kelas online gratis atau akses streaming gratis selama beberapa waktu agar warga tidak bosan.

Bisnis jasa kecantikan seperti salon pun bisa menyiasati strategi tersebut dengan mengubah fokus daripada jasa menjadi ritel produk kecantikan. Hutami menyarankan, rakitan yang konvensional dipakai untuk pelanggan dapat dikemas dan dijual tandus platform digital.

Coba bakal produk yang sedang betul-betul dicari konsumen dengan bahan yang dimiliki. Melihat upaya yang dilakukan Yasa itu, Rudi menjelaskan bahwa keputusan membeli konsumen ditentukan oleh logika sebesar 20% serta emosional sebesar 80%.

Maksimalkan semua layanan daring dan tanpa lupa buat aplikasi ataupun platform yang mudah diakses oleh konsumen. Sebagai alternatif, bergabunglah ke berbagai e-commerce untuk memperluas lapak komoditas di dunia maya. “Atau buat try it at home kit, jadi pemakai bisa memakai produk ini sendiri di rumahnya, ” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *